Menjaga Hati

(Foto: Google.com)

Setiap hari seperti hari minggu saja, karena memang sudah tidak ada aktivitas kuliah lagi. Jadinya hanya berdiam diri kos saja, sambil belajar yang lainnya. Membaca, memperbanyak kosa kata, mengerjakan pekerjaan anak kosan (nyuci, hehehe) dan membaca artikel. Artikel apa saja bisa jadi bacaan untukku. Tidak pilih-pilih apa yang hendak aku baca, yang penting bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentunya. 

Mulai dari website-website, yahoo, instagram, facebook, semuanya menjadi bahan bacaan untukku. Selain membaca postingan, dibawah postingan pasti ada komentar-komentar dari orang-orang. Komentar-komentar itupun juga tak luput dari mataku, tetap saja kubaca. Ada ungkapan senang, ada juga ungkapan tidak senang. Istilahnya, ada fans dan juga ada haters.

Kedua kelompok ini saling memberikan argumen masing-masing di media sosial. Kalau misalkan orang, artis, atau siapapun itu membuat postingan atau hanya sekedar sebuah berita sang haters itu langsung membuat kata-kata yang tidak sopan, dan tidak enak dibaca. Mereka membuat seolah orang tersebut tidak pantas untuk disukai bahkan mungkin dijadikan idola. Sebaliknya sang fans tetap membela sang idola, serta tetap menjunjung tinggi, walau sebenarnya sang idola tidak pernah meminta itu.

Keberadaan fans dan haters ini tidak hanya ada didunia artis atau di media sosial saja. Tapi disekeliling kita juga ada, hanya saja istilahnya tidak seperti itu. Dalam hidup kita, pasti ada orang yang suka dan tidak menyukai kita. Kita tidak akan pernah melewati dua hal tersebut, artinya keberadaan fans dan haters itu pasti ada. 

Saya juga banyak mendengar ungkapan-ungkapan para haters saat melihat artis yang tidak disuka dilayar kaca. Ketika menontoh tayangan gosip misalnya, lalu sang artis yang dibenci hadir dalam tayang infotainment tersebut. Mereka yang tidak suka mengomentari sang artis dengan perkataan jelek yang bertubi-tubi, bahkan hal detail seperti bentuk telinga, rambut, sepatu, warna baju, kancing baju, model baju, semua dikomentari, sampai berita yang disampaikan tidak terdengar. 

Begitulah seorang haters, sebenarnya haters itu adalah orang yang sangat menyukai kita. Buktinya mereka akan melihat kita secara detail, mulai dari cara bicara kita, cara kita berjalan, bukankah haters akan mengomentari itu semua. Sementara fans, belum tentu melihat detail seperti itu. Artinya bahwa secara tidak langsung, haters adalah mereka yang benar-benar menyukai kita, namun mereka tidak mau mengakuinya. 

Kedua sisi kehidupan itu sama halnya seperti putih dan hitam. Jika memang sudah ada putih yang bersih, indah, mengapa harus ada hitam. Di dunia ini semua punya dua sisi, hitam putih, siang malam, panas dingin, semuanya punya dua sisi. Dua sisi ini jika kita bijak menyikapinya, maka akan menjadikan kita pribadi yang senantiasa belajar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, InsyaAllah. 

So, jangan terlalu menghawatirkan mereka yang berkomentar terhadapmu, ataupun terlalu khawatir akan mereka yang membicarakanmu dibelakang. Live must go on, hidup tidak akan berhenti walau mereka para haters membicarakanmu (yang jelek-jelek) di belakangmu. Hadapi saja dengan senyuman, berpikir positif, dan senantiasa selalu bersikap baik pada siapapun. 

Malang, 9 Januari 2014
-Aziza sativa-

Comments

Popular Posts