Warna Warni Manusia




Pagi yang indah di kota Malang, hari ini sudah memasuki minggu kedua bulang Februari. Rasanya waktu cepat berlalu, padahal baru kemarin melihat kembang api di awal tahun 2014. Sekarang sudah mulai memasuki bulan baru, bulan Februari. Saat ini rasanya hati begitu sepi,tapi ramai. Lah gimana yaa itu ceritanya, hehe. Mungkin karena teman-teman masih berada di kampung halaman semua, jadi tidak ada teman. Sebenarnya ada banyak teman, tapi susah mendapat teman yang benar-benar teman.
Pernah tidak berteman dengan seseorang yang tiba-tiba dekat sekali dengan kita dan sangat baik pada kita. Ngajak bercanda, ketawa-ketawa bareng, jalan-jalan, terus baiiikk sekali rasanya. Tapi setelah teman dekat yang asli datang kemudian dia mulai menjauhimu. Perlahan ia mulai tidak menyapamu, bukan mengaggapmu sebagai musuh. Hanya saja tidak seperti sebelumnya saat sebelum temannya datang.
Mungkin lagi, pernah tidak merasakan kasus seperti ini. Terkadang orang itu sangat baik pada salah seorang, baikkk sekali, sangat baik dan ramah bahkan. Tetapi dibelakang, orang itu dicaci maki seenak dengkulnya, dan bahkan di omongin kejelekennya di belakang bersama teman yang lain. Pernah tidak?.
Memang tidak semua orang mengalami hal seperti ini, hanya saja sebagian orang pasti pernah mengalami, setidaknya pernah mendengar cerita atau ini adalah masalah temannya. Hal seperti ini sempat membuatku berpikir, dan bertanya dalam hati. “Kok bisa yaa ada orang kaya gitu”.
Setiap orang pasti memiliki topeng, entah itu topeng baik atau topeng jahat. Kata orang tua, guru dan bahkan ustadz saya yang memberikan wejangan pada saya, berucap kurang lebih seperti ini “jangan apatis kalau sudah di tempat orang, jangan apatis kalau sudah di masyarakat. Akan ada banyak karakter yang berbeda di masyarakat. Jangan menghindar dengan perbedaan-perbedaan karakter yang tidak sesuai itu, tapi kamu harus ikut didalamnya”.
Setelah dipikir-pikir ulang, memang benar seperti itu. Kita punya pendirian, misalkan, “ah, saya gak suka orang seperti itu, beda dimulut beda dihati” atau “ah aku gak suka berteman atau dekat dengan orang itu, gak punya pendirian, lelet, suka ngomongin temannya di belakang”. Please kawan, kalau kita seperti itu, kalau kita mempunyai sifat yang demikian, maka kita tidak akan pernah punya relasi, punya jaringan diluar sana, dan yang peling penting, teman.
Jika perasaan seperti itu, atau yang kita anggap sebagai sebuah pendirian kita diamkan terus-terusan seperti itu. Maka kita tidak akan pernah punya teman. Bagaimana tidak, ada banyak orang yang punya sifat seperti itu, lelet, gak punya pendirian, sombong, suka ngomongin temannya di belakang bersama teman yang lain. Itu semua namanya sebuah warna warni manusia, begitu kalau aku bilang.
Tuhan sengaja menciptakan kita dengan semua karakter yang berbeda. Ada yang berkulit putih, ada yang berkulit sawo matang, hitam, rambut pirang, lurus, semuanya berbeda. Bahkan yang kembar identik pun kita tidak akan pernah menemukan sebuah kesamaan dalam diri keduanya. Karena memang Tuhan sengaja menciptakan semua ini untuk membuat kita befikir sebagai khalifah di muka bumi.
Berfikir tentang semua yang diciptakan Tuhan, tentang semua yang digariskan Tuhan. Tentang semuanya ada di muka bumi ini. Tujuannya agar kita lebih dekat dengan Tuhan, ingat dengan akhirat, dan tidak terlalu sibuk dengan urusan duniawi.
Perbedaan pada setiap aspek kehidupan, pasti dan jelas ada keberadaannya. Tersenyum saja jika ada yang bersikap seperti itu didekat kita. Jangan menggerutu atau bahkan memasang muka yang tidak enak dipandang. Bukankah mereka yang tersenyum jauh lebih indah dari mereka yang mukanya ditekuk.
Setiap kepala pasti berbeda isinya, isi pemikirannya. Sudahlah, jika memang kamu memiliki pendirian tidak suka dengan orang yang menggosip misalkan. Menjauh saja ketika mereka menggosip, atau tidak ikut menimpali gosip itu. Atau mungkin jika tidak suka orang yang lelet, Tuhan mungkin sedang menyuruh kita belajar menjadi orang yang sabar dan telaten dari orang yang lelet.
Tetaplah selalu berpikir poisitf, tetaplah selalu tersenyum. Jika sedang ingin marah, atau sedang kesal, ambil nafas lalu keluarkan perlahan dan tersenyumlah. Semua akan baik-baik saja. Kalau kita mau melihat semuanya dari sisi positif, hati akan jauh lebih tenang, dan sehat ^_-
Salam damai
Malang 09 Februari 2014
-Aziza sativa-

Comments

Popular Posts