Fake or the truth
Dunia maya
Istilah ini pernah kudengar dulu waktu masih di SMA. Mendengar istilah dunia maya, seperti mendengar sebuah istilah baru yang sangat menarik untuk dilihat, sangat menarik untik ditelusuri. Bentuk dunia maya beragam, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, search engine dan lainnya. Dunia maya, dunia dimana semua terlihat seperti sempurna
Instagram, yang menyajikan foto. Biasanya akun yang memarik perhatian adalah akun dengan foto yg bagus, elegan, bersih, itu yang berkaitan dengan personal. Foto tentang trip, kuliner, atau hobi mereka, ini berkaitan dengan aktivitas. Jika kita banyak menghabiskan untuk melihat semua.kesempurnaan ini, bagaimana rasanya ?
Kita akan mulai merasa 'ingin' seperti mereka, ingin terlihat seperti mereka, ingin memliki aktivitas seperti mereka. Keinginan yang tidak tersampai, akan membuat diri menjadi tidak percaya diri, atau mulai menyalahi diri sendiri
"Kenapa aku ga bisa kaya mereka"
"Kenapa aku ga bisa jalan2 kaya mereka dan foto aktivitas travelling, biar kekinian"
"Kenapa mereka bisa selalu bahagia,
Atau
"Kenapa hidup mereka begitu perfect"
Hey, yang terlihat berlikau belum tentu emas. Ya, belum tentu mereka yang bahagia, yang pakaiannya stylis, yang kekinian, yang selalu terlihat perfect, yang captionya selalu bagus, terlihat seperti postingannya
Terkadang, seseorang hanya tidak ingin mempostingnya, tidak ingin membiarkan semua orang tau, atau mungkin tidak ingin orang lain melihatnya sebagai pribadi yang negatif. Semua disosial media, akan memposting hal yang menarik, yang positif, dan semua yang bagus-bagus tentunya
Belum tentu yang baik terlihat baik atau sebaliknya. Manusia cenderung membuat kesimpulan dari apa yang mereka lihat secara kasat mata. Hanya melihat dari aktivitas sosial media, lalu membuat kesimpulan.
Mungkin saja semua tipuan, mungkin saja semua hanya kamuflase. Jangan pernah menilai orang lain dari postingan. Hingga kita benar benar tau siapa sebenernya mereka, bagaimana mereka aslinya.
Bahkan bersama sebegitu lamamya, kita masih tidak menyadari. Seperti apa orang itu aslinya.
Iya kan?
*Aziza sativa
Pamekasan, 21 Maret 2016
Comments
Post a Comment