Ini tentang dia....

Diacara ini dia menjadi penyanyi akustik, suara khasnya , masih aku mengenalnya jelas aku mengenalnya. Menynyikan  lagu cinta, lagu itu benar-benar membuatku seperti satu-satunya peserta yang hadir di acara ini. Rasanya seperti dia menyanyikan lagu ini untukku. Lirik dan alunan musiknya pas sekali masuk ke dasar hati, hati yang pernah ia kenali.

Semua peserta sibuk dengan perbincangannya masing-masing. Saling membagi kebahagiaan masing-masing. Bukan cerita tentang bagaimana mereka ujian, tapi cerita tentang baju mereka, kebaya mereka, make up mereka, kebaya mereka, semua yang nempel di badan. Bangun pagi-pagi dan langsung bersiap untuk make up ditempat rias.

Turun dari podium dia melangkah menjauh kemudian masuk ke ruang panitia. Suara tepuk tangan hanya terdengar sedikit, karena peserta sangat asik dengan cerita mereka. Sementara aku dengan antusias memberikan tepuk tangan untuknya.

Entahlah aku hanya dengan refleks memberikan tepuk tangan untuknya. Tapi lagu tadi juga masih membekas dalam hatiku. Selanjutnya menyanyikan lagu indonesia raya, diantara lagu itu, ada sms masuk di hapeku.

“selamat calon wisudawati” nomernya gak tersimpan dalam kontak hape. Ah siapa ya, mau balas tapi rasanya gengsi. Aku mulai mengetik, bertanya siapa. Mengetik kemudian menghapus kembali. Begitulah sampai akhirnya “hey selamat ya” aku menoleh, wajah yang pernah aku kenal. Rasanya berkecamuk ketika kita mulai menjabat tangan , deg-degan rasanya “makasih ya”

Bukan. Dia bukan pria yang aku maksudkan. Dia temanku, ah aku pikir dia, begitu aku berucap dalam hati. Gengsi rasanya menjadi tameng diantara kita berdua.

“hey, kita bareng ya, apa kabar kamu?” teman lamaku empat tahun yang lalu, kita akrab sekali, berada di satu acara selama seminggu. “Alhamdulillah baik, kamu gimana?” wah dia cantik sekali, bajunya sangat cantik “sama2 congrat ya , sampai ketemu di wisuda nanti”

Kembali aku meneruskan dengan kesibukanku mengetik beberapa ide cerita yang sudah mulai berkelebat dikepalaku. Aku harus menghasilkan naskah baru, hari ini. Begitu aku bertekad dalam hati. Sekali lagi, dia mengiringi acara hari ini dengan sangat sempurna, akustikan yang dia bawa berasama teman-temannya benar-benar mencuri perhatianku. Alunan musik itu berhasil membuatku berhenti menulis.

“apa kau menikmatinya?”


Sms dari nomer yang sama yang tidak aku kenal. Menikmati?, menikmati apa?. Ah, menikmati lagu ini maksudnya?. Aku terdiam, jariku tidak beranjak dari hape yang aku genggam. Aku hanya menatapnya tajam, melihatnya sesekali sambil memainkan gitar akustiknya. Dia?, apakah mungkin dia?. Tidak. Aku mulai menepis apa yang sedang aku pikirkan


23 Nov 2014
17.14 pm
End

-----


Hari ini lagi gak ada ide menulis, cuman pengen upload tulisan. Buka-buka file laptop nemu tulisan ini. Ini ditulis tepat waktu menghadiri acara yudisium, wah udah 3 tahun jadi sarjana LOL. Time flies so fast!. 

Ini waktu itu ngetiknya di notes hape, lagi dengerin suguhan akustikan dan terbersit ide ini untuk dibikin fiksi, dan jadilah. Dia bukan siapa-siapa, hanya saja petikan akustiknya waktu itu mampu menyihirku seolah diruangan hanya dia dan daku seorang wakakakaka

I don't know who you are wahai mas-mas pengisi acara yudisium waktu itu, akustiknya pecah! keren

Gloomy outside, movie is calling! yeahhhh
Chill

Comments

Popular Posts