"Terimakasih untuk kesempatan mengenalmu.....
Saat aku
menulis ini jam dilayar monitor menunjuk angka 3.31 am. Iya, ini pagi dini
hari, aku bisa mendengar beberapa mesjid yang sudah mengumandangkan muratal ayat
suci Al Quran dan beberapa ayam sudah mulai berkokok. Aku tidak ingin
menceritakan tentang gangguan tidurku hari ini. Aku kembali mencertikan tentang
buku yang sudah selesai aku baca.
Sama
seperti beberapa minggu lalu saat aku selesai menghabiskan beberapa ratus
lembar novel dalam sekali duduk. Saat ini aku juga melakukan hal yang sama. Aku
menghabiskan sekitar 200 lembar buku sekali duduk dari sekitar jam 12.30 am.
Ini buku
Tere Liye yang kubeli December tahun lalu (tertulis dibuku). Wow! Hampir setahun! Dan buku ini baru saja habis kubaca, karena aku punya salah satu
penyakit. Penyakitku adalah, karena terlalu sayang sama ceritanya, biasanya akan muncul perasaan tidak ingin menyelesaikan membaca. jadi setelah membaca sambil
setengah buku, aku berhenti baca. Karena tidak mau bukunya cepat habis,
hahaha aneh.
Bukunya
berjudul TENTANG KAMU. Kalau dilihat dihalaman belakang yang berbunyi;
Terimakasih
untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah satu anugerah terbesar hidupku.
Cinta
memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.
Terimakasih,
nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah
berakhir,
Tapi aku
akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi
Masa
lalu, rasa sakit, masa depan. Mimpi-mimpi semua akan berlalu, seperti sungai
yang mengalir , maka biarlah hidupku menglair seperti sungai kehidupan
Kalau hanya membaca ini sekilas, bahkan aku
saja sudah berpikir buku ini tentang percintaan. Tentang orang yang sudah
pernah dipertemukan kemudian berpisah. Ternyata lebih dari itu. Kompleks,
detail, sangat mengagumkan dan banyak memberikan pelajaran hidup serta renungan
tentang kehidupan.
Ini bukan semacam resensi, tapi lebih ke review (beda kan hihi)
(Spoiler alert!!)
Aku penasaran sama sosok Zaman seorang
pengacara di Thompson & Co London. Dia hanya muncul dibeberapa bab saja,
jika ada percakapan tentang dia dan firma hukum tempat dia bekerja. Cerita
orang ini hanya ada di satu bab terkahir di novel, yang dengan details sama
penulis diceritakan. Tentang keluarganya, tentang percintaannya walaupun
singkat. Karena memang bukan dia tokoh utama di novel ini.
Tokoh utamanya adalah Sri Ningsih, setiap
karakter sri ningsih di buku ini kuat banget. Aku gak bisa membayangkan
bagaimana menyakitkannya kisah hidup sri ningsih. Entah kenapa saat aku membaca
tentang sri ningsih diawal kehidupan dia saat masih kecil yang sebagai anak
seorang nelayan. Aku jadi teringat sama mentri kelautan, Susi. Karena tangguh
dan berani
Sri ningsih ini harus menerima pahitnya
kehidupan yang begitu parah. Dia harus kehilangan dua bayinya, yang dia beri
nama seperti nama kedua orang tuanya yang sudah meninggalkannya lebih dulu. Setetalah itu dia harus kehilangan
suaminya.jauh sebelum itu, dia harus menerima penghianatan seorang sahabat yang
dicintainya, yang ternyata karena ditutup kebencian masa lalu yang tidak
beralasan. Sulastri, yang dengan keji memasung adik Sri selama sekitar 50 puluh
tahun. Sri yang saat itu percaya kalau adiknya sudah meninggal ketika
pertempuran konflik di pesantren.
Tilamuta (namanya susah dihapal, masih harus
buka bukunya lagi hahaha) tidak meninggal. Setelah dipasung dia harus berjuang
menyembuhkan kondisi jiwanya. Tidak ada cerita lagi tentang dia disini.
Beberapa tokoh lain yang gak aku tuliskan dan
gambarkan, karena kesannya nanti akan menjadi sebuah resensi.
Sri ini cerdiknya luar biasa. Dia tidak
mendapat pendidikan formal, hanya dipesantren. Dia tidak sampai ke PT. Tapi dia
cerdiknya luar biasa. Dia menggali pengetahuan, dia membaca beragam buku untuk
mendukung keingin tahuannya. Dia belajar bisnis, dan mempelajari itu semua. Dia
belajar berkebun saat dia dipanti jompo. Sebelum meninggalnya, dia juga belajar
tentang hukum untuk menyelamatkan semua aset miliknya yang jumlahnya fantastis.
Kalau berkaca sama sri, aku tidak ada
bandingannya, hahahaha konyol! iyalah memang tidak ada.
Aku membaca buku, sebagian besar adalah novel.
Buku non fiksi yang kubaca dua tahun ini bisa dihitung, kayanya, cuman ada dua
buku. Aku tidak sungguh-sungguh juga ketika belajar akan sesuatu, beda sama sri
yang belajar dengan giat ketika dia ingin menekuni suatu bidang. Dia
bersungguh-sungguh dengan itu.
Dia berani juga, merantau jauh ke jakarta,
sendirian. Dia juga pergi ahirnya meningglakan perusahaan dan pergi ke London.
Pindah ke Paris, dan ahirnya meninggal disana. Dia sangat berani, kalau
kubilang dia bukan fearless, dia hanya memeluk semua rasa sakitnya hingga
terlihat seperti fearless. Tidak ada fearless. Itu yang kutau dari beberapa
artikel dan novel yang kubaca ini.
Keren!. Buku kedua yang kubaca habis sekali
duduk. Sebenernya ada sih, buku tereliye pulang dan Rindu kalo gak salah, tapi
gak beratus lembar sekali duduk. Cuma waktu bacanya yang lumayan singkat.
Adzan sudah selesai dikumandangkan dan sekarang
sudah jam 3.57 am dan aku juga sudah selesai menulis sebanyak 2 lembar. Hmmm
apalagi yaa.. nggak ada sih. Cuman ini saja refleskinya. Untuk saat ini.
Banyak pelajaran yang dituangkan disini.
Memaafkan, sungguh-sungguh dalam melakukan semua yang kita lakukan dalam hidup,
jangan banyak mengeluh, berbuat baik, tulus pada semua orang. Itu akan membawa
kita menuju satu jalan kebahagiaan.
Sekian
Haha, such a wise person
Aziza
* Tulisan ini dibuat tgl 27 Oktober 2017
Comments
Post a Comment