Acara Alay? Artis Alay?
(Sumber; Pinterest)
Yo! greeting from somewhere around the world. LOL. It's been a month since I uploaded the last Blog about Bullet Journal and now I'm back!
Pengen banget nulis tiap minggu, masih bingung aja buat nulis tentang apa. Masa iya tentang pribadi, kan jadi Diary yak (duh elaahh langsung nyanyi Deaaaar Diaryyyyyy). Terus karena ada hal yang menggelitik untuk ikut nimbrung jadinya kenapa nggak nulis tentang itu aja.
So, baru-baru ini tu lagi rame tentang video yang dibuat Deddy Corbuzier yang nyinggung masalah artis alay sama acara alay. Menarikny, media kita malah bikin ini jadi lebih heboh. Agak lucu sih sebenernya, ngikutin beritanya katanya beberapa artis kesinggung sama perkataan si Deddy ini. Padahal sebenernya dia nggak nyinggung siapa-siapa sih di videonya kan ya?. Entah kenapa lucunya, media ni malah nge interview beberapa artis kaya Ruben dan lain-lain. Sekali lagi, media mau ngobrak abrik pikiran kita (ini artinya apa si). Intinya ngadu domba lah. Parahnya, masyarakatnya percayaaa aja. Malah banyak yang nyalahin si Deddy, (ini dari Media lagi, karena Oe terus terang gak ada di tempat kejadian wkwk).
Banyaklah bermunculan netizen yang jijik sama acara alay buat ngedukung si Deddy, beberapa artis juga melakukan hal yang sama. Sebenernya bukan alay sih ya, mungkin lebih tepatnya kurang mendidik kayanya.
Sekarang jamannya tu udah beda, acara tv gak ada yang menarik sekarang. Bisa diitung yang bener-bener mendidik. Lainnya bikin males buat nonton. Dulu acara tv tu bagus-bagus, ya berita, ya sinetronnya, ya kartunnya, ya acara musiknya. Banyak dah, sekarang aduuuuh. Ancur!. Jujur aku mending nonton Spongebob lho ketimbang acara tv jaman now. Karena memang jarang nonton tv juga sih, palingan yaaa kalau butuh hiburan ke Net, berita liat di Net karena lebih netral, kalau pengen yang Hot ke Metro atau TvOne (adu domba, apalagi sekarang taun politik, tontonan seru, lawakan politik), acara inspirasi ke Metro atau Kompas, banyak juga disana. Selain itu males banget nonton.
Banyak acara yang nggak mendidik, cuman kalau kita mau milih ya tontonan yang mendidik juga masih ada, spongebob misalnya Kick Andy misalnya dan acara mendidik lainnya.
Media kita sekarang ini lebih mementingkan rating ya daripada konten. Kemaren nonton kartun (lupa kartun apa), ada beberapa potongan kartun yang dipotong terus di blur (ini aneh banget wkwk) buat apa coba?. Alasannya apa coba?. Sinetron yang isinya tauran berantem-berantem nggak jelas, sinetron India di jam-jam yang anak-anak bakal nonton malah disuguhin. MIRIS PARAH!
Jujur ya, dulu ada telenovela, ada Amigos dan lainnya, pasti paham lah. Itu aja aku nggak nonton sendiri lho, selalu ada orang tua yang dampingin, dan emang nggak boleh juga nonton kaya gitu sendirian. Kadang juga disuruh main aja, atau nggak nonton kartun. Coba sekarang? anak TK ada yang nonton sinetron Indiaan itu tau.
Kita nggak bisa ngontrol itu sih sebenernya, media kita sekarang udah terlanjur kaya gitu. Berita juga sama, bikin propaganda aja isinya, adu domba. Antara media satu dan yang lain. Kalau nggak di TV, koran sekarang juga gitu, apalagi social media. Kita sendiri yang harus ngontrol itu semua. Kaya memilih tayangan TV, berita yang netral, kalau nggak suka sama acara A, B, C yang nggak mendidik, yaaa jangan di tonton. Terus juga, ajak adik-adik, sepupu atau ponakan siapa aja lah, anak tetangga juga boleh, buat nonton acara yang memang pantas untuk mereka tonton. Larang mereka untuk nonton acara alay.
Intinya gini lho, buat perubahan itu nggak bisa koar-koar langsung minta negara mengubah. Susah coy. Mulai dari diri kita sendiri, terus tularin ke orang-orang sekitar kita. Abis itu baru deh berbondong-bondong ke KPI untuk bekerja sama ( ini aja bebel banget lol ) memberantas (hama kali) tayangan yang kurang mendidik. Jangan ditonton aja sih intinya entar ratingnya rendah.
Cuman kan pola pikir masyarakat kita beragam yah, kita mungkin sebagian bisa nikmatin Tv kabel langganan, kalau nggak?, ya yang ditonton yang dibuat stasiun tv itu. Beberapa juga pengetahuan akan ini kurang, nyuguhin sinetron buat anak-anak bagi mereka nggak masalah. Padahal banyak lho dampaknya buat anak-anak. Berikan tayangan yang emang pantas untuk usia mereka, kan sayang banget kalau generasi kita dirusak sama media yang kontennya banyakan jeleknya misalnya.
Hayuklah mulai dari diri kita dulu, ajak adek-adek, sepupu, ponakan, anak tetangga buat nonton acara yang sesuai sama usia mereka. Masih banyak acara mendidik lainnya, kalau kitanya mau mengubah tontonan kita sih. Jujur miris banget liatnya, anak-anak tumbuh nggak sesuai usia mereka.
Kalau bukan kita siapa lagi? *ala-ala kader partai kampanye

Comments
Post a Comment